MEDIA PEMBELAJARAN TRANSLASI. CHECK THIS OUT
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ICT
Rabu, 04 Oktober 2017
MEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN PREZI MATERI PERBANDINGAN
Prezi adalah salah satu software presentasi selain Powerpoint yang bisa anda gunakan untuk membuat presentasi online dan offline yang lebih menarik, sehingga ide-ide yang anda miliki bisa anda sampaikan dengan lebih mudah.
Keunggulan Prezi :
1. Tampilan tema yang lebih bervarias dibandingkan
dengan power point.
2. Menarik ketika dalam mode presentasi, dengan
menggunakan teknologi ZUI nya.
3. Lebih simple dalam hal pembuatan animasi.
4. Pilihan tema keren, yang dapat di unduh secara online.
Kelemahan Prezi :
1. Karena hanya menggunakan teknologi ZUI (tampilan
yang nge Zoom), software ini terlihat monoton.
2. Proses instalasinya membutuhkan koneksi internet.
3. Sulit memasukkan simbol matematika.
4. Untuk versi trialnya berlaku hanya 30 hari.
Media Interaktif Menggunakan Prezi Materi Perbandingan.
CHECK THIS OUT
CHECK THIS OUT
Minggu, 24 September 2017
MEDIA BELAJAR MATERI ALJABAR SESUAI TIPE BELAJAR AUDITORI
Tipe belajar terdiri dari 3 yaitu Audio, Visual dan
Kinestetik. Disini saya membuat media pembelajaran matematika dengan materi
aljabar untuk memaksimalkan tipe belajar Audio.
Tipe Auditori adalah tipe gaya belajar yang cenderung lebih mudah menerima dan
mengolah informasi melalui indera pendengaran. Secara spesifik gaya belajar
Auditori mudah belajar dengan cara penyampaian sambil mendengarkan intonasi,
nada, kata-kata yang disampaikan secara berirama dan akustikal.
Media
yang saya buat yaitu sebuah lagu yang biasa didengarkan siswa sekarang di ubah
dengan mengganti lirik lagu dengan konsep pembelajaran Aljabar. Karena
sesuai karakteristik pembelajaran yang sesuai dengan tipe auditori menurut Jurnal Ilmiah Edutic /Vol.1, No.1,
November 2014 a) Berikan informasi secara berulang-ulang, dapat
memanfaatkan metode tanya jawab; b) Gunakan teknik pengulangan, minta siswa
untuk menyebutkan kembali konsep dan petunjuk; c) Guru menggunakan variasi
vokal dalam presentasi d) Nyanyikan
konsep kunci atau mintalah siswa untuk membuat lagu terkait konsep tersebut;
e) Beri dorongan pada mahasiswa untuk membuat/memikirkan “jembatan keledai”
untuk mempermudah menghafalkan/ mengingat konsep kunci; f) Gunakan teknik tanya
jawab; g) Menggunakan metode tanya jawab, bermain peran, kerja kelompok, teknik
mnemonics; h) Melibatkan musik dalam pembelajaran.
Menurut Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Bahasa Jepang Vol. 2,
No. 1, June 2017, pp. 1-8 Media ajar yang sesuai untuk gaya belajar auditori
(belajar dengan cara mendengar) adalah berupa video, rekaman suara, dan pola
bercerita dengan bunyi, irama, dan nada.
Jadi, Musik atau
bernyanyi merupakan salah satu media pembelajaran bagi seseorang untuk
memaksimalkan gaya belajar auditorialnya.
Berikut Media Pembelajaran
nya : Jumat, 15 September 2017
GAYA BELAJAR SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGN DALAM PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Gaya belajar
dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan
tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain.
Macam-macam
Gaya Belajar
1. Gaya
Belajar Visual
Seseorang yang memiliki gaya belajar visual cenderung belajar melalui hubungan
visual (penglihatan). Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya
eksternal, ia menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan
tanggapan indera penglihatan. Materi atau media yang bisa digunakan adalah
buku, poster, majalah, rangka tubuh manusia, peta, dan lain-lain. Sedangkan
gaya belajar visual yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai
sumber informasi.
Ciri-ciri
orang tipe visual :
a. Mengingat
apa yang dilihat ,dari pada yang didengar
b. Suka
mencatat-cata sesuatu
c. Pembaca
cepat dan tekun
d. Lebih suka
membaca daripada dibacakan
e. Rapid an
teratur
f.
Mementingkan penampilan
g. Teliti
terhadap detail
h. Pengeja
yang baik
i. Lebih
memahami gambar dan bagan dari pada instruksi tertulis
2. Gaya
Belajar Auditori
Gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/ audio sebagai sarana
mencapai keberhasilan dalam belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat
eksternal adalah dengan mengeluarkan suara atau ada suara. Mereka dapat membaca
keras, mendengarkan rekaman kuliah, diskusi dengan teman, mendengarkan musik,
kerja kelompok, dan lain-lain.
Gaya auditori yang bersifat internal adalah memerlukan suasana yang tenang-hening
sebelum mempelajari sesuatu. Setelah itu diperlukan perenungan beberapa saat
terhadap materi apa saja yang telah dikuasai dan yang belum.
Ciri-ciri
orang tipe auditori :
a. Lebih cepat
menyerap dengan mendengarkan
b. Senang
membaca dengan keras dan mendengarkan
c. Dapat
mengulangi kembali dan menirukan nada
d. Bagus dalam
berbicara
e. Berbicara
dengan irama yang berpola
f. Belajar
dengan mendengarkan dan mengingatkan apa yang didiskusikan daripada
dilihat
g. Suka
berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu yang panjang lebar
h. Suka music
dan bernyanyi
i. Tidak bisa
diam dalam waktu yang lama
j. Suka
mengerjakan tugas kelompok
3. Gaya
Belajar Kinestetik
Orang yang bergaya belajar kinestetik belajar melalui gerakan-gerakan sebagai
sarana memasukkan informasi ke dalam otaknya. Penyentuhan dengan bidang objek
sangat disukai karena mereka dapat mengalami sesuatu dengan sendiri. Gaya
belajar jenis ini yang bersifat eksternal adalah melibatkan kegiatan
fisik,membuat model, memainkan peran, berjalan, dan sebagainya. Sedangkan gaya belajar kinestetika yang bersifat
internal menekankan pada kejelasan makna dan tujuan sebelum mempelajari sesuatu
hal.
Ciri-ciri
orang kinestetik :
a. Selalu
berorientasi fisik dan banyak bergerak
b. Berbicara
dengan perlahan
c. Menanggapi
perhatian fisik
d. Suka
menggunakan berbagai peralatan dan media
e. Menyentuh
orang untuk mendapatkan perhatian
f. Berdiri
dekat ketika berbicara dengan orang
g. Mempunyai
perkembangan awal otot-otot yang besar
h. Belajar
melalui praktek
i. Menghafal
dengan cara berjalan dan melihat
j. Menggunakan
jari sebagai penunjuk ketika membaca
k. Banyak
menggunakn isyarat tubuh
l. Tidak dapat
duduk diam untuk waktu yang lama
m. Menyukai
buku-buku berorientasi pada cerita
n. Ingin
melakukan segala sesuatu
o. Menyukai
permainan dan olahraga
TEORI KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA
Multimedia Learning (pembelajaran multimedia) adalah teori
pembelajaran yang dipopulerkan oleh Richard R. Mayer yang digunakan sebagai representasi
mental dari gambar dan kata-kata yang kemudian dikenal sebagai Cognitive Theory
of Multimedia Learning (CTML).
1. Menurut cognitive
theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan
dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut
dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran
Matematika?
JAWAB :
Menurut
Meyer (2003) CTML memiliki tiga asumsi dasar. Asumsi yang pertama adalah Dual Chanel, manusia memiliki
dua cara dalam memproses informasi apa saja yang mereka dapat melalui dua
jalur, visual (penglihatan) dan audio (pendengaran). Contohnya yaitu komputer desain program micrososft
powerpoint dan radio. Asumsi yang kedua adalah Limited Capacity, manusia memiliki daya tampung yang
terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada
waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari Cognitive
Load Theory. Contohnya yaitu kemampuan mengingat atau
memahami / otak serta on-screen
text. Asumsi yang ketiga
adalah Active Processing, manusia menggabungkan berbagai
macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio yang kemudia
digabungkan menjadi satu kesatuan yang koheren dan mengintregasikannya dengan
pengetahuan yang lain. Contohnya yaitu suara,
gambar, dan kata-kata.
2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam
menyiapkan suatu multimedia pembelajaran Matematika?
JAWAB :
Model Dual-Coding adalah: model pembelajaran yang
dikembangkanberdasarkan prinsip-prinsip Dual-Coding Theory atau Teori
Pengkodean Ganda. Teori pengkodean ganda adalah teori yang berasumsi bahwa
manusia memiliki dua sistem pengolahan informasi yang berlainan: satu mewakili
informasi verbal dan yang lain mewakili informasi visual Solso, 1998). Lebih
lanjut, Paivio (1991, dalam Solso, 1998) menguraikan tentang separated
dual-code dan integrated dual-code. Separated dual-code menunjukkan perbedaan
yang jelas pada model penerimaan atau penyimpanan informasi dalam memori
berdasarkan informasi yang diberikan, dalam hal ini informasi visual dan
informasi verbal. Informasi yang diberikan dalam bentuk kata-kata akan diterima
dalam bentuk verbal, sedangkan informasi yang diterima dalam bentuk gambar akan
diterima atau disimpan dalam bentuk visual. Ada 3 proses yang berlangsung saat
seseorang menerima 2 bentuk informasi (verbal dan visual), dalam waktu yang
sama, yaitu: 1) membuat gambaran verbal serta kesesuaian dengan informasi
verbal yang diterima; 2) membuat gambaran visual serta kesesuaian dengan
informasi visual yang diterima; dan 3) membuat kesesuaian hubungan antara
gambaran visual dengan gambaran verbal yang sudah diterima.
DAFTAR PUSTAKA
repository.upi.edu/11784/4/T_IPS_1204758_Chapter1.pdf
repository.uksw.edu/bitstream/123456789/6029/2/T2_942012061_BAB%20II.pdf
https://faisalfatih.wordpress.com/2014/12/14/teori-kognitif-pembelajaran-multimedia-cognitive-theory-of-multimedia-learning/
Langganan:
Komentar (Atom)
MEDIA PEMBELAJARAN TRANSLASI
MEDIA PEMBELAJARAN TRANSLASI. CHECK THIS OUT http://www.mediafire.com/file/wj77grf7nee3wlp/TRANSLASI.pptx
-
Prezi adalah salah satu software presentasi selain Powerpoint yang bisa anda gunakan untuk membuat presentasi online dan offline yang...
-
Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dib...