Minggu, 24 September 2017

MEDIA BELAJAR MATERI ALJABAR SESUAI TIPE BELAJAR AUDITORI

 
         Tipe belajar terdiri dari 3 yaitu Audio, Visual dan Kinestetik. Disini saya membuat media pembelajaran matematika dengan materi aljabar untuk memaksimalkan tipe belajar Audio.
        Tipe Auditori adalah tipe gaya belajar yang cenderung lebih mudah menerima dan mengolah informasi melalui indera pendengaran. Secara spesifik gaya belajar Auditori mudah belajar dengan cara penyampaian sambil mendengarkan intonasi, nada, kata-kata yang disampaikan secara berirama dan akustikal. 
Media yang saya buat yaitu sebuah lagu yang biasa didengarkan siswa sekarang di ubah dengan mengganti lirik lagu dengan konsep pembelajaran Aljabar. Karena sesuai karakteristik pembelajaran yang sesuai dengan tipe auditori menurut Jurnal Ilmiah Edutic /Vol.1, No.1, November 2014 a) Berikan informasi secara berulang-ulang, dapat memanfaatkan metode tanya jawab; b) Gunakan teknik pengulangan, minta siswa untuk menyebutkan kembali konsep dan petunjuk; c) Guru menggunakan variasi vokal dalam presentasi d) Nyanyikan konsep kunci atau mintalah siswa untuk membuat lagu terkait konsep tersebut; e) Beri dorongan pada mahasiswa untuk membuat/memikirkan “jembatan keledai” untuk mempermudah menghafalkan/ mengingat konsep kunci; f) Gunakan teknik tanya jawab; g) Menggunakan metode tanya jawab, bermain peran, kerja kelompok, teknik mnemonics; h) Melibatkan musik dalam pembelajaran.
      Menurut Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang Vol. 2, No. 1, June 2017, pp. 1-8 Media ajar yang sesuai untuk gaya belajar auditori (belajar dengan cara mendengar) adalah berupa video, rekaman suara, dan pola bercerita dengan bunyi, irama, dan nada. 
  Jadi, Musik atau bernyanyi merupakan salah satu media pembelajaran bagi seseorang untuk memaksimalkan gaya belajar auditorialnya. 
      Berikut Media Pembelajaran nya :

   



 

Jumat, 15 September 2017

GAYA BELAJAR SEBAGAI BAHAN PERTIMBANGN DALAM PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

            Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain.

Macam-macam Gaya Belajar
1. Gaya Belajar Visual
        Seseorang yang memiliki gaya belajar visual cenderung belajar melalui hubungan visual (penglihatan). Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal, ia menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera penglihatan. Materi atau media yang bisa digunakan adalah buku, poster, majalah, rangka tubuh manusia, peta, dan lain-lain. Sedangkan gaya belajar visual yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi.

Ciri-ciri orang tipe visual :
a. Mengingat apa yang dilihat ,dari pada yang didengar
b. Suka mencatat-cata sesuatu
c. Pembaca cepat dan tekun
d. Lebih suka membaca daripada dibacakan
e. Rapid an teratur
f. Mementingkan penampilan
g. Teliti terhadap detail
h. Pengeja yang baik
i. Lebih memahami gambar dan bagan dari pada instruksi tertulis

2. Gaya Belajar Auditori
      Gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/ audio sebagai sarana mencapai keberhasilan dalam belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara atau ada suara. Mereka dapat membaca keras, mendengarkan rekaman kuliah, diskusi dengan teman, mendengarkan musik, kerja kelompok, dan lain-lain. Gaya auditori yang bersifat internal adalah memerlukan suasana yang tenang-hening sebelum mempelajari sesuatu. Setelah itu diperlukan perenungan beberapa saat terhadap materi apa saja yang telah dikuasai dan yang belum.

Ciri-ciri orang tipe auditori :
a. Lebih cepat menyerap dengan mendengarkan
b. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
c. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada
d. Bagus dalam berbicara
e. Berbicara dengan irama yang berpola
f. Belajar dengan mendengarkan dan mengingatkan apa yang didiskusikan daripada  
    dilihat
g. Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu yang panjang lebar
h. Suka music dan bernyanyi
i. Tidak bisa diam dalam waktu yang lama
j. Suka mengerjakan tugas kelompok

3. Gaya Belajar Kinestetik
        Orang yang bergaya belajar kinestetik belajar melalui gerakan-gerakan sebagai sarana memasukkan informasi ke dalam otaknya. Penyentuhan dengan bidang objek sangat disukai karena mereka dapat mengalami sesuatu dengan sendiri. Gaya belajar jenis ini yang bersifat eksternal adalah melibatkan kegiatan fisik,membuat model, memainkan peran, berjalan, dan sebagainya. Sedangkan gaya belajar kinestetika yang bersifat internal menekankan pada kejelasan makna dan tujuan sebelum mempelajari sesuatu hal.

Ciri-ciri orang kinestetik :
a. Selalu berorientasi fisik dan banyak bergerak
b. Berbicara dengan perlahan
c. Menanggapi perhatian fisik
d. Suka menggunakan berbagai peralatan dan media
e. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian
f. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang
g. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
h. Belajar melalui praktek
i. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
j. Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
k. Banyak menggunakn isyarat tubuh
l. Tidak dapat duduk diam untuk waktu yang lama
m. Menyukai buku-buku berorientasi pada cerita
n. Ingin melakukan segala sesuatu
o. Menyukai permainan dan olahraga

TEORI KOGNITIF PADA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA


Multimedia Learning (pembelajaran multimedia) adalah teori pembelajaran yang dipopulerkan oleh Richard R. Mayer yang digunakan sebagai representasi mental dari gambar dan kata-kata yang kemudian dikenal sebagai Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML).

1. Menurut cognitive theory of multimedia learning bahwa ada tiga asumsi utama yang dijadikan acuan dalam merancang suatu multimedia pembelajaran. Jelaskan ketiga asumsi tersebut dengan memberikan contoh masing-masing media yang relevan untuk pembelajaran  Matematika?

        JAWAB :

        Menurut Meyer (2003) CTML memiliki tiga asumsi dasar. Asumsi yang pertama adalah Dual Chanel, manusia memiliki dua cara dalam memproses informasi apa saja yang mereka dapat melalui dua jalur, visual (penglihatan) dan audio (pendengaran). Contohnya yaitu komputer desain program micrososft powerpoint dan radio. Asumsi yang kedua adalah Limited Capacity, manusia memiliki daya tampung yang terbatas terhadap informasi yang masuk pada setiap jalur yang diterima pada waktu yang sama, asumsi ini diadopsi dari Cognitive Load Theory. Contohnya yaitu kemampuan mengingat atau memahami / otak serta on-screen text. Asumsi yang ketiga adalah Active Processing, manusia menggabungkan berbagai macam informasi yang mereka terima baik secara visual maupun audio yang kemudia digabungkan menjadi satu kesatuan yang koheren dan mengintregasikannya dengan pengetahuan yang lain. Contohnya yaitu suara, gambar, dan kata-kata.

   
  2. Jelaskan bagaimana teori dual coding dapat diadaptasikan dalam menyiapkan suatu multimedia pembelajaran Matematika?

     
        JAWAB :

        Model Dual-Coding adalah: model pembelajaran yang dikembangkanberdasarkan prinsip-prinsip  Dual-Coding Theory atau Teori Pengkodean Ganda. Teori pengkodean ganda adalah teori yang berasumsi bahwa manusia memiliki dua sistem pengolahan informasi yang berlainan: satu mewakili informasi verbal dan yang lain mewakili informasi visual Solso, 1998). Lebih lanjut, Paivio (1991, dalam Solso, 1998) menguraikan tentang separated dual-code dan integrated dual-code. Separated dual-code menunjukkan perbedaan yang jelas pada model penerimaan atau penyimpanan informasi dalam memori berdasarkan informasi yang diberikan, dalam hal ini informasi visual dan informasi verbal. Informasi yang diberikan dalam bentuk kata-kata akan diterima dalam bentuk verbal, sedangkan informasi yang diterima dalam bentuk gambar akan diterima atau disimpan dalam bentuk visual. Ada 3 proses yang berlangsung saat seseorang menerima 2 bentuk informasi (verbal dan visual), dalam waktu yang sama, yaitu: 1) membuat gambaran verbal serta kesesuaian dengan informasi verbal yang diterima; 2) membuat gambaran visual serta kesesuaian dengan informasi visual yang diterima; dan 3) membuat kesesuaian hubungan antara gambaran visual dengan gambaran verbal yang sudah diterima.
                   
                               
      DAFTAR PUSTAKA
  
     repository.upi.edu/11784/4/T_IPS_1204758_Chapter1.pdf
    repository.uksw.edu/bitstream/123456789/6029/2/T2_942012061_BAB%20II.pdf
 https://faisalfatih.wordpress.com/2014/12/14/teori-kognitif-pembelajaran-multimedia-cognitive-theory-of-multimedia-learning/

MEDIA PEMBELAJARAN TRANSLASI

MEDIA PEMBELAJARAN TRANSLASI. CHECK THIS OUT http://www.mediafire.com/file/wj77grf7nee3wlp/TRANSLASI.pptx